Kipas angin yang tiba-tiba mati atau baling-balingnya hanya berputar pelan bisa jadi bukan karena motor rusak, tapi karena kapasitor yang lemah atau rusak.
Kapasitor adalah komponen penting yang membantu kipas angin memulai putaran dan menjaga kestabilan kecepatannya.
Untungnya, mengecek kondisi kapasitor tidak sulit dan bisa dilakukan sendiri di rumah dengan alat sederhana. Yuk, simak cara cek kapasitor kipas angin berikut ini!
Ciri-Ciri Kapasitor Kipas Rusak
Sebelum mengecek menggunakan alat, ada beberapa tanda kipas angin yang kapasitor-nya mungkin rusak:
– Kipas tidak mau menyala sama sekali, meskipun listrik normal
– Kipas menyala tapi baling-balingnya hanya berputar pelan
– Harus didorong manual agar baling-baling mulai berputar
– Kipas mendengung tapi tidak berputar
Jika kipas kamu mengalami gejala seperti di atas, bisa jadi kapasitor-nya bermasalah.
Cara Cek Kapasitor Kipas Angin
Berikut langkah-langkah dari Tim SANEX untuk mengecek kondisi kapasitor:
1. Buka cover penutup bagian belakang kipas
2. Gunakan tang untuk melepas kabel kapasitor
3. Atur multimeter (AVO Meter) pada mode kapasitansi, simbolnya biasanya huruf µ
4. Tempelkan probe merah ke salah satu kaki kapasitor, dan probe hitam ke kaki lainnya
5. Cocokkan dengan nilai kapasitor
Lihat tulisan di badan kapasitor, misalnya “1.5 µF” atau “2.2 µF”. Hasil pengukuran sebaiknya tidak berbeda jauh (maksimal selisih 10–15%).
Jika hasilnya nol, tidak stabil, atau terlalu jauh berbeda, artinya kapasitor sudah lemah atau rusak dan harus diganti.
Dengan mengetahui cara mengeceknya, kamu bisa menghemat biaya dan memperpanjang usia kipas. Nah, selain itu, kamu juga perlu mengetahui faktor penting saat memilih kipas angin agar tidak gampang rusak seperti ganti kapasitor.
Setelah tahu cara ceknya, yuk lanjut baca artikel berikutnya tentang cara pasang kapasitor kipas angin!